MYUNGYEOL FANFICTION | Kipeun Sarang | Chapter 2

Normal
0

false
false
false

IN
JA
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”MS Mincho”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Cast       :  MyungYeol and others

                                Kim Myungsoo as namja

                                Lee Sungyeol as yeoja

                                Lee Sungjong as yeoja

                                Nam Woohyun as namja

                                Kim Sunggyu as yeoja

Genre   :  Romance, Angst

Rated    :  T

Length  : Chapter, 3 of…..??

Author  : MyungHye, twitter acc @AnnisaLKim /annisadwifajar.wordpress.com

 

Chapter 3 is out…. Kalo di chapter sebelumya konfliknya belum kerasa, nah mulai di chapter ini konfliknya mulai ada…Biasalah, cinta segitiga…..Tapi masih pemanasan ya, belum sampai inti *loe kira lg senam thor….Ati-ati ya kalo banyak typo….Happy Reading…..

NB: Yang ditulis miring itu kata-kata yang diucapkan dalam hati.

 

Sungyeol POV

“Sungyeol….Mianhae untuk yang tadi siang….Aku tau sudah seharusnya aku tidak memaksamu untuk melakukan sesuatu yang tidak kau sukai. Maafkan aku…….” Myungsoo menundukkan kepalanya. Sepertinya ia benar-benar merasa bersalah.

“Ani….Aniyo….Aku yang harusnya minta maaf. Aku tau aku ini sudah besar, tapi tingkahku tetap saja seperti anak kecil. Tidak seharusnya aku marah……Mian…..” Aku benar-benar menyesal telah bersikap kekanak-kanakkan seperti tadi siang. Aku berjanji pada diriku sendiri aku akan menjadi Lee Sungyeol yang dewasa bukan seorang choding lagi.

“Eummmm…Jangan marah lagi, aku lebih suka melihatmu tersenyum……” Kata Myungsoo padaku. Ia pun membuat senyuman manis dibibirnya.

“Nde……”Aku menganggukkan kepalaku.

“Myungsoo…..” Aku memanggilnya pelan memecahkan keheningan di antara kami.

“Wae?…” Ia menggalihkan pandangannya ke arahku.

“Aku akan memberitahumu sebuah rahasia…” Aku balik memandangnya.

“Rahasia? Apa?” Tanyanya antusias.

“Issh…Kau ini semangat sekali….Aku akan memberitahumu tiga hal yang paling aku sukai di dunia ini….”

“Mmmmm….Ada 3?”  tanyanya lagi.

“Iya…Ada 3…Yang pertama, hujan………..Aku sangat suka hujan………Entah kenapa hujan selalu memberiku ketenangan. Rasanya damai dan tenang. Saat hujan orang-orang akan mencari kehangatan. Kehangatan dalam keluarga, kehangatan dalam hubungan, atau yang lainnya. Aku suka suasananya. Seperti jutaan anugerah yang turun dari langit secara bersamaan………”

“Itu alasannya?”

“Nde….” aku mengangguk pelan.

“Ada satu lagi, karena hujanlah saksi saat kau memintaku menjadi kekasihmu….” ucapku dalam hati.

“Yang kedua apa?”

“Coffe….Kau tau kan, aku tidak bisa hidup tanpa minum coffe….Hahahahaha”

“Huuuu….Dasar kau, maniak coffe….” Myungsoo menjitak kepalaku.

“Arrgh…Sakit tauuu” Aku langsung mengelus-elus kepalalku.

“Yang ketiga, apa yang ketiga?”

“Kau….” Aku menunjuk Myungsoo dengan jari telunjukku.

“Aku? Alasannya?” Tanya Myungsoo malu-malu.

“Aku tidak akan memberitahumu alasannya…” Aku mempoutkan bibirku.

“Yaaa…Lee Sungyeol….Ayolah….” Pintanya seraya menggoyang-goyangkan badanku.

“Yaaa…Kim Myungsoo, kenapa kau kepo sekali hari ini? Aku tidak akan memberitahumu alasanku. Cukup aku dan Tuhan saja yang tahu. Kau tidak usah tahu.” Aku menggerutu kesal.

“Aissshh…Menyebalkan sekali…” Myungsoo balik menggerutu.

“Hahahahah…Kau lucu sekali kalau sedang penasaran….Hahahahaaha” aku menertawainya sampai puas.

“Isssh…Kau ini….” gerutunya lagi.

“Kau masih ingat Lee Sungjong?”

“Lee Sungjong?”

“Iya….Waktu kita masih kecil dia sering sekali bermain bersamaku. Orang tua kami bersahabat. Dulu Sungjong sering sekali dititipkan dirumahku karena orang tuanya harus bekerja di luar kota. Sudah ingat?”

“Ooooh..Dia..Yeoja dengan teddy bear besarnya itu? Dia kenapa?”

“Nde…Ingatanmu sangat baik Kim Myungsoo. Mmmm….Besok dia akan kesini. Orang tuanya baru saja meninggal. Jadi, keluargaku memutuskan untuk merawatnya disini. Lumayanlah….Dari dulukan aku ingin sekali punya adik…Hehehehe…Besok, temani aku menjemputnya di bandara ya? Mau kan?”

“Ahhh…Iya…Tidak masalah…” jawab Myungsoo seraya menaikkan kedua bahunya. Tanda kalau ia benar-benar tidak keberatan dengan permintaanku barusan.

 

 

@Airport

“Yaaa…Lee Sungjong…” Kulambaikan tanganku ketika kulihat sosok yang sudah tidak asing lagi bagiku.

“Unnie….” Jawabnya. Ia balas melambaikan tangannya padaku sambil berlari kecil kearahku dengan menyeret sebuah koper besar ditangannya.

“Wah, kau tumbuh dengan baik ya…..Kau cantik sekali sekarang….” Aku mengacak-acak rambut panjangnya yang terurai manis itu.

“Aaaa….Kajimaaa…..” Sungjong menyingkirkan tanganku dan merapikan rambutnya. “Kau juga unnie…Kau tinggi sekali sekarang…Pipimu juga sudah tidak chubby lagi…” Kali ini Sungjong mencubit pipiku.

“eehhh… jangan ungkit itu lagi….” Jawabku sembari mengusap-usap pipiku yang sakit karena dicubit Sungjong.

“Hehehehe…Aku hanya bercanda…Mmmm…Kau sendirian?” Tanyanya sembari menoleh ke kanan dan kekiri.

“Ani…Aku bersama seseorang. Ia menunggu kita dimobil.Kajja…..Aku tidak ingin membuat orang itu menunggu kita terlalu lama.” aku menarik tangan Sungjong dan membantunya membawa koper besarnya itu.

“Kajja…” jawabnya antusias.

Sungjong POV

DEG…Langkahku terhenti ketika kudapati sesosok namja bermata elang sudah berdiri di samping sebuah mobil sport berwarna hitam yang tersenyum ketika melihat aku dan Sungyeol Unnie. Aku memutar otakku. Mencoba memflashbacknya kembali. Sepertinya aku kenal dengan mata elang namja itu. Senyumannya juga, seperti tak asing bagiku.

“Jangan-jangan dia…Myungsoo Oppa….Jinjja? Kaukah itu?”  tanyaku dalam hati.

Myungsoo Oppa….Namja itu….Waktu kecil aku sangat mengaguminya. Dia yang pendiam, cuek dan terkesan acuh…Tapi sebenarnya dia orang yang hangat….Buktinya, dulu iya mau menemaniku mencari dubu, anjing kecilku yang hilang saat aku bermain di taman…. Sejak saat itu aku menjadi pengagum nomor satunya. Perasaan itu masih sama sampai sekarang. Walaupun sudah sepuluh tahun aku tidak melihatnya, tapi aku tetap menjadi pengagum nomor satunya. Dan kini setelah sekian lama, akhirnya aku bisa melihatnya lagi. Tatapan matanya…..Caranya tersenyum…..Cara bicaranya…..Semuanya masih sama……Hanya saja sekarang dia menjadi lebih tampan. Aigooo…..Kenapa perasaanku jadi seperti ini. Mungkinkah rasa kekagumanku padanya dulu kini telah berubah menjadi cinta? Mollayo…

“ Annyeong…Masih ingat aku? Kim Myungsoo imnida….Sudah lama sekali kita tidak bertemu” Ia mengulurkan tangannya kearahku.

“Bagaimana aku bisa tidak ingat padamu? Kalau setiap hari kau selalu hadir didalam mimpiku. Kau sudah menghantuiku selama sepuluh tahun ini” batinku.

“Nde Oppa…Sudah lama sekali sejak kita bertemu terakhir kali..Annyeong” Aku balik mengulurkan tanganku. Bisa kurasakan tangan Myungsoo Oppa yang lembut dan hangat.

Di dalam Mobil

Myungsoo Oppa yang menyetir. Aku duduk dibelakang sendirian. Sementara Sungyeol Unnie duduk di samping kursi kemudi. Bisa kulihat Sungyeol Unnie terus-terusan bermanja-manja ria dengan Myungsoo Oppa. Mereka mengobrol, tertawa dan bercanda bersama seakan tak menyadari keberadaanku disana. Mereka akrab sekali. Aku cemburu melihatnya…….

“Aku namjachingunya Sungyeol…”Myungsoo Oppa mengatakan dengan tiba-tiba memecahkan lamunanku yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua.

“Jaad…di…Kalian pacaran?” jawabku dengan terbata-bata. DEG…Bagaikan tersambar petir di siang bolong….Hatiku hancur saat mendengarnya mengatakan itu……

“Nde….” Kali ini Sungyeol Unnie yang menjawabku.

“Ohhh….Chukkae…..” jawabku lemas….

“Gomapta….” jawab Sungyeol Unnie seraya menolehkan kepalanya kearahku.

“Bagaimana ini…..Dia sudah menjadi milik orang lain. Dan orang itu adalah Sungyeol Unnie…..Orang yang sangat penting dan sangat berarti dalam hidupku. Lalu bagaimana ini? Perasaan ini….Sanggupkah aku memendamnya? Sementara mulai hari ini aku akan terus melihatnya setiap hari…Bisakah aku melupakan perasaan ini?…..”

Skip Time

Author POV

Hari ini Sungjong sudah mulai bersekolah. Ia masuk ke sekolah yanga sama dengan Sungyeol dan Myungsoo.Hanya jenjang kelas mereka saja yang berbeda. Itu karena Sungjong lebih muda satu tahun dibandingkan Myungsoo dan Sungyeol yang seumuran.

Ada yang berbeda setelah kehadiran Sungjong. Dulu saat berangkat dan pulang sekolah hanya ada Sungyeol dan Myungsoo tanpa ada pihak ketiga yang akan menganggu mereka. Tapi kini Sungjong hadir. Semuanya berubah dan terasa berbeda. Dimana ada Sungyeol dan Myungsoo pasti disana ada Sungjong juga. Sungyeol dan Myungsoo jadi tidak punya waktu untuk berduaan. Mungkin karena Sungjong baru beradaptasi dengan lingkungan yang baru jadi dia masih perlu belajar banyak tentang kota Seoul dari MyungYeol Couple itu.

Sungjong POV

“Dimana Sungyeol Unnie?

“Dia ada tambahan pelajaran. Jadi hari ini kau hanya akan pulang bersamaku. Tidak apa-apakan?”

“Kkureom….” jawabku sambil tersenyum. “Tentu saja tidak apa-apa. Aku justru malah senang akhirnya aku bisa berduaan saja denganmu. Hanya aku dan kau, Myungsoo Oppa…..” ucapku dalam hati.

“Kajja….” Aku dan Myungsoo Oppa mulai melangkahkan kaki kami. Sepanjang jalan kami hanya terdiam. Aku terlalu gugup untuk bicara dan mengajaknya bicara. Tapi bagaimana ini, tidak mungkin juga kami terus-terusan seperti ini sampai kami tiba di rumah. Kesempatan langka ini mungkin tidak akan terjadi untuk kedua kali. Aku harus bisa memanfaatkannya untuk bisa lebih dekat dengan Myungsoo oppa.

“Oppa…..”

“Hmmm….”

“Boleh aku bertanya sesuatu?”

“Apa?”

“Ini tentang Sungyeol Unnie….Apa yang kau suka darinya?”

“Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?

“Ani…Aniyo…Aku hanya penasaran saja…”

“Karena dia adalah orang yang sangat berbeda denganku. Aku orang yang serius tapi lihat, Sungyeol itu choding. Aku pendiam dan dia banyak bicara. Aku tampan, populer  tapi Sungyeol, dia seperti upik abu.Hahahahaha….. Dan yang paling berbeda dari kami adalah dia bodoh dan aku pintar….”

“Haaah? Alasanmu itu sungguh tidak masuk akal Oppa…”

“Hahaha…Perbedaan…Aku suka itu…Karena Sungyeol mempunyai segalanya yang tidak aku punya dan tidak ada dalam diriku. Itulah yang namanya saling melengkapi. Aku tidak butuh yeoja cantik, pintar, dan terkenal untuk menjadi kekasihku. Aku lebih suka orang seperti Sungyeol yang berada disisiku. Dia polos dan apa adanya. Dia tidak perlu melakukan apa-apa untuk menarik perhatianku karena bagiku apapun yang ada dalam dirinya itu menarik tanapa harus dibuat-buat untuk terlihat menarik.”

“Panjang sekali penjelasanmu Oppa…Kau sepertinya begitu mencintai Sungyeol Unnie…” Aku tersenyum sembari menepuk punggung Myungsoo Oppa. Tesenyum palsu karena sebenarnya batinku menangis. Sakit sekali saat mendengarnya mengatakan itu.

 Oh Tuhan, cabut saja nyawaku sekarang daripada aku harus terus-menerus merasakan sakit hati seperti ini. Kenapa? Kenapa harus Myungsoo Oppa yang aku cintai? Kenapa? Kenapa harus Sungyeol Unnie yang Myungsoo Oppa cintai, dan bukan aku? Wae? Wae?”

 

_To Be Continued_

Untuk kritik dan sarannya silahkan ditulis di comment…..Makasi^^

 

감사합니다~~~~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s