MYUNGYEOL FANFICTION | ㄱㅣ픈 사랑 Kipeun Sarang | Chapter 1

Normal
0

false
false
false

IN
JA
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”MS Mincho”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

 

Cast       :  MyungYeol and others

                                Kim Myungsoo as namja

                                Lee Sungyeol as yeoja

                                Lee Sungjong as yeoja

                                Nam Woohyun as namja

                                Kim Sunggyu as yeoja

Genre   :  Romance, Angst

Rated    :  T

Length  : Chapter, 1 of…..??

Author  : MyungHye, twitter acc @AnnisaLKim

Jreeengg…Jreeeenggg..Chapter 2 is out..

Happy Reading…………

*Skip Time

                “Myungsoo apa kita sudah sampai? Apa aku sudah boleh membuka mataku?” Aku berjalan dengan kedua mataku yang tertutup. Aku tidak tau ada dimana. Semuanya gelap. Hanya tangan Myungsoo yang menuntunku untuk berjalan.

                “Sebentar lagi. Nanti kau juga akan tau. Hehehehe.” Jawab Myungsoo dengan enteng. Aaaa…Aku ingat hari ini adalah anniversary kami yang pertama. Myungsoo bilang dia sudah menyiapkan sesuatu untuk merayakan ini. Tak terasa satu tahun sudah kami menjalin hubungan ini. Aku tak tau apa yang telah merasuki tubuhku. Yang ku tau pasti, semakin hari aku semakin mencintainya dan semakin tak ingin jauh darinya.

                “Nah…Kita sudah sampai…Duduklah disin!” Myungsoo menuntunku dengan pelan untuk duduk disebuah kursi yang telah ia siapkan.

                “Hitunglah sampai sepuluh…Lalu kau boleh membuka matamu.” Aku hanya menggangguk pelan dan mulai menghitung. Hana…Dul…Set…dst.. Setelah hitungan kesepuluh, aku membuka mataku dengan pelan. Saat mataku terbuka, kulihat Myungsoo tepat didepanku. Ia duduk disebuah kursi. Ia juga memegang sebuah gitar ditangannya. Myungsoo mulai memetik senar gitar itu dengan jari-jemarinya. Menghasilkan alunan nada yang sempurna. Myungsoo juga bernyanyi.

 

 

Na sarange ppajineun geot gatha

Neoreul bol ttaemada gaseumi ttwieo

Ijen jogeumssik apeugi sijakhae

Neon ireon nae maeummeul mollasseo

Oneuldo naege useumyeon dagawa

Geureon neoege naneun amureon maldo

Hal su ebseoseo baraman bomyeonseo

 

I’m Fallin’ in Love…

Sigani galsurok…

I’m Fallin’ in Love…

Nae maeuni jarana…

Niga eobseodo harujongil ni saenggangman

Haneun na yeogiseo naneun eotteohke hamyeon joheunji

 

Nal baraboneun neoye nun soge

Nae maeummgwa gatheun mami ebseoseo

Ollaoneun mal kkeut eobsi samkhigo

Samkhyeo galsurok nae maeumeun deo keojyeo

 

 

I’m Fallin’ in Love…

Sigani galsurok…

I’m Fallin’ in Love…

Nae maeuni jarana…

Niga eobseodo harujongil ni saenggangman

Haneun na yeogiseo naneun eotteohke hamyeon joheunji

Ireohke jinaejil mot-hal geot gatheunde

Nari galsurok o himdeureojweo gaseo

Hoksi nae mami jeonhaejimyeon noeye

Geu maeumdo dallajijin anheulji baraebomyeon

 

I’m Fallin’ in Love…

Sigani galsurok…

I’m Fallin’ in Love…

Nae maeuni jarana…

Niga eobseodo harujongil ni saenggangman

Haneun na yeogiseo naneun eotteohke hamyeon joheunji

 

“Sungyeol….Mungkin aku bukan seorang namjachingu yang selama ini kau impikan. Aku bukan tipe orang yang humoris. Aku juga bukan seorang yang romantis. Maafkan aku, dihari anniversary kita yang pertama seharusnya aku memberimu sesuatu yang lebih berharga dari ini. Namja lain pasti akan memberikan cincin, kalung, boneka beruang yang besar, sekotak cokelat yang manis, atau seikat bunga mawar yang indah. Tapi aku, aku hanya menyanyikanmu sebuah lagu untuk merayakan ini. Suaraku bahkan tidak terlalu bagus. Aku juga tidak mahir bermain gitar. Aku hanya ingin menunjukkan kesungguhanku padamu. Aku menciptakan lagu ini sesuai apa yang aku rasakan saat ini terhadapmu. Lee Sungyeol…Aku Mencintaimu…..”

Deg….Aku langsung kaget saat mendengar kalimat terkhir yang Myungsoo ucapkan. Air mataku langsung jatuh. Ini pertama kalinya ia mengatakan kalau ia mencintaiku. Aku sangat bahagia saat mendengarnya. Kalimat itu, sudah satu tahun ini aku menunggunya mengatakan itu. Akhirnya ia mengucapkannya juga. Myungsoo memang bukan tipe orang yang akan mengucapkan “Aku Mencintaimu” setiap hari. Saat ia memintaku menjadi kekesihnya, ia juga tidak mengatakan perasaannya padaku. Walau begitu, tanpa ia menggatakannyapun aku tau kalau ia juga mencintaiku. Sama seperti aku mencintainya.

                Myungsoo berjalan kearahku. Ia kemudian duduk disampingku. Ia mengusap air mata dipipiku denga kedua ibu jarinya.

“Uljimayo….” ia mengatakannya pelan.

“Myungsoo….Gomawoyo….Menurutku lagu yang kau ciptakan adalah hadiah terbaik yang pernah aku terima selama hidupku. Aku tidak akan pernah melupakan ini. Jeongmal gomawoyo.”

“Saranghae” Myungsoo mengucapkannya lagi.

“Nado saranghae”  jawabku padanya.

Kami saling berpandangan cukup lama. Myungsoo mulai mendekatkan wajahnya kewajahku. Hidung kami sudah bersentuhan. Chu….Kali ini giliran bibir kami yang bersentuhan. Bisa kurasakan bibir ranum Myungsoo yang manis dan hangat. Aku mulai menutup mataku dan mencoba untuk menikmati moment ini. Ciuman pertamaku dan juga ciuman pertama kami setelah satu tahun kami menjadi pasangan kekasih. “Tuhan…Kumohon janga pisahkan aku dengannya.”

FlashBack Off

                Myungsoo mulai menyadari keberadaanku yang sedari tadi terus memandanginya. Ia tersenyum manis dan sedikit melambaikan tangannya kearahku. Aku membalasnya dengan tersenyum juga. Kemudian aku berlari kecil kearahnya. Aku langsung meraih lengannya dan menggandengnya dengan erat.

“Ayo…Aku sudah lapar…” ucapku dengan manja sambil mengusap-usap perutku. Kami kemudian berjalan menuju kedai mie ramen yang ada diujung jalan.

“Myungsoo…Akhir minggu ini kita ke Namsan Tower ya? Jeballlllll….” Aku mempoutkan bibirku untuk merayunya.

“Ani…Tidak boleh…Hari senin kan ada ujian. Kau harus belajar. “

“Satu minggu ini kan aku sudah belajar terus. Ayolah hanya hari sabtu saja. Aku bisa belajar lagi hari minggunya. Aku sudah suntuk belajar terus. Aku ingin pergi keluar. Jeballllll….”

“Kau ingin pergi keluar? Baiklah kita akan pergi. Tapi bukan ke Namsan Tower. Pasti disana akan ramai sekali di akhir pekan. Kita ke tempat lain saja.”

“Baiklah…..Tidak masalah untukku tidak pergi ke Namsan Tower…..Asal aku bisa pergi keluar, aku tidak keberatan” jawabku dengan mantap.

 

*Skip Time

“Ayo masuk….” Myungsoo menarik-narik tanganku.

“Tidak…..”

“Ayo masuk…Kenapa tidak mau? Waktu itu kau bilang kau mau pergi keluar. Lalu kenapa kau seperti ini sekarang?”

“Aku mau pulang saja…”

“Hei…Kenapa? Kita sudah jauh-jauh kemari masak langung pulang begitu saja?”

“Kim Myungsoo…Kau benar-benar orang yang menyebalkan. Yaa…Memang benar waktu itu aku bilang aku ingin pergi keluar. Memang benar aku bilang tidak masalah tidak bisa ke Namsan Tower asal aku bisa pergi keluar. Tapi kalau pergi ketempat seperti ini apa bedanya dengan sekolah atau tempat les. Apa setiap hari aku harus bertemu dengan buku-buku menyebalkan itu terus? Aaaa…Jinjja…Aku benar-benar tidak ingin bertemu lagi dengan yang namanya buku……!!!!!!”

“Yaa… apa yang salah dengan perpustakaan kota. Disini tempat yang menarik. Kau bisa membaca sepuasmu disini. Kau bisa pilih buku apapun yang kau mau.” Jelas Myungsoo panjang lebar.

“Mian….Tapi tempat ini hanya cocok untuk orang-orang sepertimu. Bukan orang-orang sepertiku.” Jawabku sebal. Aku membalikkan badanku bersiap untuk meninggalkan tempat itu. Tapi tangan Myungsoo menahanku.

“Kau marah?” tanyanya sembari memegangi pergelangan tanganku.

“Ani” Aku menghentakkan tangan Myungsoo dengan keras agar tanganku bisa terlepas dari genggamannya. Aku langsung melesat pergi.

“Ya…Lee Sungyeol!!!” Myungsoo berteriak padaku.

“Molla…Molla…Molla…” jawabku sembari menutupi kedua telingaku sambil terus melesat pergi.

 

*Skip Time

Author POV

                Malam harinya Sungyeol sedang merapikan ranjangnya dan bersiap untuk tidur.

“Drrrtttt….Drtttttt….Drttttt” suara dari ponsel Sungyeol. Disana tertulis ada panggilan masuk dari Myungsoo. Terlihat Sungyeol ragu untuk menjawab panggilan dari Myungsoo. Ia sempat melempar ponselnya ke ranjangnya dan membiarkannya tetap berdering, namun akhirnya ia mengambilnya lagi dan kemudian menjawab panggilan itu.

Sungyeol POV

“Hmmmh…” aku hanya berdehem ria.

“Kau masih marah?” tanya Myungsoo dari seberang sana.

“Hmmmmh..” aku hanya berdehem lagi.

“Keluarlah sekarang. Jangan lupa pakai pakaian hangatmu. Kita jalan-jalan sebentar.” Beep… Tanpa babibu lagi Myungsoo langsung mematikan pembicaraan mereka ditelephone.

“Aissshh…Orang ini benar-benar…Lagi-lagi dia tidak memberiku kesempatan untuk bicara..” Aku hanya bisa menarik nafas panjang. Aku menggambil mantel tebalku yang tergantung dibelakang pintu. Tak lupa aku juga memakai sarung tangan. Uuuuhhh…Cuacanya benar-benar dingin.

 

Aku sudah bersiap keluar rumah. Saat aku membuka pintu, jeedeer….Myungsoo sudah berdiri disana.

“Kajja….” Ia langsung menarik tanganku.

Kami berjalan menyusuru trotoar ditengah dinginnya kota Seoul. Saat ini sudah pukul 21.00 lebih. Kami berdua hanya diam. Tidak saling bicara. Dingin sekali….. Sedari tadi aku terus menggosok-gosokkan kedua tangannku dan kemudian menempelkannya dipipi. Aku mencoba untuk menghilangkan hawa dingin yang merasuk ketubuhku. Namun sia-sia. Tetap saja aku kedinginan.

Greep…Myungsoo meraih tangan kananku. Menggenggamnya, lalu memasukkan tangan kami berdua ke dalam saku mantel bulu milik Myungsoo. “Hangat…” batinku pelan.  Aku sedikit menyembunyikan wajahku. Aku yakin saat ini pasti wajahku sudah merah seperti kepiting rebus. Myungsoo memeng orang yang seperti ini. Ia jarang melakukan hal-hal romantis. Tapi sekali ia melakukannya, hal itu mampu membuatku terbang sampai kebulan. Ia benar-benar orang yang tidak akan pernah bisa kulupakan. Bahkan aku rasa, rasa kecewaku padanya tadi siang saat ini sudah hilang. Heheheh…Aku memang tidak bisa untuk tidak bicara atau tidak bertemu dengan Myungsoo walau untuk sesaat. Aku bisa gila kalau sehari saja aku tidak melihatnya.

Kami sudah sampai disebuah taman bermain. Kami berdua duduk disebuah ayunan untuk anak-anak. Myungsoo mengeluarkan i phonennya. Terlihat ia sedang berkutat dengan playlistnya. Myungsoo memasang headset ditelinganya. Ia memasangkan satu sisinya ditelingaku..

 

I’m Fallin’ in Love…

Sigani galsurok…

I’m Fallin’ in Love…

Nae maeuni jarana…

Niga eobseodo harujongil ni saenggangman

Haneun na yeogiseo naneun eotteohke hamyeon joheunji

 

 Lagu ini….Bisa dibilang ini adalah lagu kami. Lagu yang Myungsoo nyanyikan untukku saat first anniversary kami. Lagu yang penuh kesan dan penuh makna tersendiri untuk kami berdua. Kami berdua hanya terdiam. Mencoba untuk menghayati setiap lirik dan setiap bait dari lagu itu. Lagu ini benar-benar mewakili perasaan kami. Lagu tentang seseorang yang sedang jatuh cinta>>>>

                                  

To Be Continued

 

TBC dulu ya… Author ada PR ni…*malah curhat…

O iya, ini kan rencananya mau buat FF MY yang super duper so sweat, gimana? Udah so sweat belom? Comment….Comment…..Yang comment dapet pahala….Hahahahaha….

O iya, kalo mau denger lagu yang ada di FF ini kayak apa, ini lagu tu lagunya JYP judulnya Fallin’, OST. DH2…..Author suka banget ma lagu ini…..Waktu denger lagu ini tu berasa bener-bener author lagi jatuh cinta…Hahahahahah *curhat lagi….

 

RCL ya readers^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s