[ENG SUB] 130610 INFINITE – World Best Hangout (FULL)

Iklan

MYUNGYEOL FANFICTION | How Fool I Am | Chapter 1

Normal
0

false
false
false

IN
JA
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

 

Cast     :           Kim Myungsoo _Namja

Lee Seongyeol _Yeoja

Lee Sungjong_Yeoja

Nam Woohyun _Namja

Genre  :           Romance/Angst     

Author :          @AnnisaLKIM  / An’nisa Dwi Fajar

Length :           Chapter 1 of ?

Warning!!! Banyak typo dimana-mana..

 

“Apakah kalian tau atau pernah mengalaminya?Jatuh cinta pada pandangan pertama? Mencintai seseorang sampai seakan-akan kau tak bisa mencintai orang lain selain orang itu? Tetap mencintai orang yang sama walaupun kalian sudah 7tahun tidak bertemu? Mungkin ini terlalu naif, konyol dan tidak masuk akal. Kenalkan namaku Lee Sungyeol,  17th, coffe holic, choding *kata orang. Yaa, aku mengalami itu semua. Mencintai teman masa kecilku sendiri. Seseorang yang aku temui saat usiaku baru 8tahun. Seseorang yang  membuatmu hanya bisa mencintai orang itu seumur hidupmu. Seseorang yang membuatmu selalu memikirkannya, merindukannya, dan membuatmu tersenyum tanpa alasan. Dia Kim Myungsoo. Laki-laki yang aku temui saat pertama kali aku menginjakkan kakiku di Seoul, di hari pertama bulan september, hari saat bunga krisan mekar untuk pertama kalinya. Laki-laki dengan senyuman terbaik. Laki-laki yang hangat. Laki-laki yang penuh perhatian. Laki-laki yang selalu ada dalam hati dan pikiranku selama 7tahun lebih. Laki-laki yang membuatku hanya bisa mengisi hatiku dengan namanya. Laki-laki yang bahkan tidak tau bahwa aku sangat sangat sangat mencintainya. Kalian pasti sedang tertawa sekarang? Atau untuk kalian yang bernasib sama denganku, kalian pasti bisa mengerti apa yang aku rasakan saat ini. Lucu memang. Setelah aku pergi meninggalkan laki-laki itu selama 7tahun, kini aku kembali. Aku kembali untuk memperbaiki semuanya……Menjalani takdir yang seharusnya aku alami 7tahun lalu………..”

 

∞How Fool I’am∞

 

“Haaah..” Sungyeol menghela nafas lega. Akhirnya setelah mengahabiskan berjam-jam waktunya untuk duduk di pesawat, Sungyeol sampai juga di Seoul.

“Aku kembali Myungsoo-ya…….” Sungyeol tersenyum. Matanya begitu berbinar saat ini.

“Sungguh melelahkan sekali duduk seharian di pesawat.” Sungyeol menggerutu kesal sembali mengelus-elus pantatnya dan berjalan dengan susah payah karena ia membawa koper dengan ukuran jumbo.

Sungyeol meneruskan perjalanannya menuju rumahnya di Seoul. Rumah yang berada tepat di depan kediaman keluarga Kim. Setelah sampai Sungyeol tak langsung menuju rumahnya sendiri. Ia langsung menuju rumah yang bersebrangan dengan rumahnya. Mencari seseorang yang sangat amat ia rindukan, Kim Myungsoo.

Mata Sungyeol berhenti pada sosok yang sedang tertidur pulas di ayunan yang ada di halaman rumah kediaman keluarga Kim. Sungyeol berjalan mendekat. Kemudian ia mensejajarkan tubuhya pada sosok itu. Memandangnya tanpa henti. Sungyeol menggerakkan jari-jemarinya untuk menyentuh wajah laki-laki di hadapannya itu. Perlahan air mata mengenang di pelupuk matanya. Bibirnya mulai bergetar.

“Myungsoo-ya…” Dengan susah payah akhirnya nama itu keluar dari mulut Sungyeol. Sang pemilik nama pun mulai menunjukkan reaksi. Ia sedikit menggeliat dan mulai membuka kedua matanya. Myungsoo sedikit tersentak mendapati seorang gadis cantik yang saat ini sedang menangis dihadapannya itu.

“S-s-s-i-a-p-a kau?” kata Myungsoo dengan terbata-bata.

Greeb..

“Aku sangat merindukannmu Myungsoo-ya.” Bukannya menjwab Myungsoo, Sungyeol justru memeluk Myungsoo dengan erat. Myungsoo membelalakkan matanya. Namun Myungsoo tidak memberontak saat Sungyeol memeluknya.

“Sungyeol..Lee Sungyeol apa ini kau?”

“Yaak..Babo-ya..” Sungyeol melepaskan pelukannya pada laki-laki itu. Ia langsung menjitak kepala Myungsoo.

“Kenapa lama sekali baru sadar kalau ini aku.” Sungyeol melipat kedua tanggannya di dada. Ia menggembungkan kedua pipinya.

“Aakh..sakiit..Jadi ini benar dirimu? Wooaa…Maaf aku tidak menyadarimu sejak awal. Kau sungguh berbeda sekarang. Sepertinya kau tumbuh dengan baik di Amerika. Kau cantik sekali Lee Sungyeol.”

“Aiish.. Dan kau? Kau tidak berubah sedikitpun Kim Myungsoo. Dari dulu sampai sekarang kau tetap saja tuan muda Kim yang bodoh.” Sungyeol menjulurkan lidahnya. Keduanya lalu tertawa.

“Dasar kau Kim Babo. Dari dulu sampai sekarang kau tetap saja sama. Kau selalu terlambat untuk menyadari keberadaanku. Sekali saja Kim Myungsoo. Aku mohon bisakah kau hanya melihatku……..???”.

Saat ini Myungsoo dan Sungyeol sedang duduk di meja makan kediaman keluarga Kim. Orang tua Myungsoo menyambut Sungyeol dengan hangat. Ibu Myungsoo menyiapkan cokelat panas untuk Sungyeol mengingat saat ini cuaca sedang ekstrim. Myungsoo dan Sungyeol mengobrol dengan santai sembari sesekali menyeruput cokelat panas masing-masing.

“Bagaimana Amerika?” tanya Myungsoo.

“Hmm..Tidak terlalu buruk. Hanya saja ada sesuatu yang selalu membuatku ingin, ingin dan ingin kembali kesini.” Sungyeol menghela nafas.

“Apa?’ Myungsoo sedikit memincingkan matanya.

“Belum waktunya. Aku akan memberitahumu jika waktunya sudah tepat. Kau harus bersabar tuan Kim” Sungyeol mengedipkan mata kanannya pada Myungsoo.

“Hiish…” Myungsoo mendengus kesal.

“Aku penasaran. Sudah berapa banya pria Amerika yang kau kencani?” Myungsoo menatap Sungyeol dengan intens. Ia sangat menanti jawaban Sungyeol.

“Kenapa bertanya seperti itu?” Tanya Sungyeol dengan sewot.

“Aku kan hanya bertanya. Dan kau hanya perlu menjawabnya. Kau tidak perlu sewot seperti itu.  Aku hanya penasaran apa ada pria Amerika yang tertarik padamu. Itu saja.”

“Kau sedang meledekku? “

“Tidaaak…” Myungsoo menggeleng dengan cepat.

“Hmm…Bagaimana ya….Sebernarnya ada banyak sekali yang mengaku tertarik padaku. Tapi aku tidak tertarik pada mereka sama sekali. Mereka semua payah.” Kata Sungyeol sedikit menyombongkan diri.

“Kenapa?” tanya Myungsoo lagi.

“Aku lebih suka orang korea. Hahaha. Lalu kau sendiri? Bagaimana dengan kisah cintamu?” Sungyeol balik bertanya. Dan kali ini ia yang menatap Myungsoo dengan intens.

“Akuu.. Dari dulu masih sama. Orang yang ada di hatiku masih sama.” Myungsoo mengalihkan pandangannya, menatap pemandangan malam di luar jendela.

“Jangan bilang yang kau maksud adalah gadis lemon candy itu..” Kata Sungyeol sedikit kecewa.

“Iya kau benar. Aku masih menyukainya sampai detik ini.” Myungsoo kembali menatap Sungyeol.

“Tidak masuk akal. Apa kau tidak waras Kim Myungsoo?” nada bicara Sungyeol sedikit meninggi.

“Memangnya kenapa? Kami sudah cukup dekat akhir-akhir ini. Aku bahkan masuk ke sekolah yang sama dengannya.”

“Apa wanita di dunia ini hanya Lee Sungjong? Kau ini laki-laki Kim Myungsoo. Tapi kenapa hatimu sangat lemah seperti ini.”

“Apa aku salah? Menyukai seseorang bukanlah suatu pilihan. Perasaan itu datang dengan sendirinya tanpa memberimu kesempatan untuk memilih siapa orang itu. Sudahlah lebih baik kau pulang. Aku mau tidur.” Myungsoo beranjak dari tempat duduknya, meninggalkan Sungyeol sendirian. Perlahan air mata mulai turun membasahi kedua pipi Sungyeol. Namun ia buru-buru menghapusnya. Sungyeol pun ikut beranjak meninggalkan tempat itu.

“Maaf Myungsoo… Sebenarya kita ini sama. Dari dulu sampai sekarang kita hanya bisa melihat satu orang saja. Aku hanya bisa melihatmu, dan kau hanya bisa melihat Lee Sungjong. Aku hanya merasa patah hati. Aku merasa cemburu pada gadis Lee Sungjong. Apa tidak bisa aku menggantikan posisinya di hatimu? Aku juga ingin merasakannya, menjadi orang yang kau pikirkan dan kau rindukan selama 7tahun lebih. Bisakah aku Kim Myungsoo?”.

Hari ini adalah hari pertama Sungyeol bersekolah. Ia memilih untuk bersekolah di sekolah yang sama dengan Myungsoo. Ya setelah melalui perdebatan yang panjang dengan appanya tentunya. Sebenarnya ayah Sungyeol kurang setuju kalau Sungyeol masuk ke sekolah itu. Pasalnya Sungyeol adalah siswi yang cerdas, ia seharusnya masuk ke sekolah yang tarafnya lebih tinggi dari sekolah itu. Tapi mau bagaimana lagi, karena Sungyeol mengancam ia tidak mau sekolah kalau bukan di sekolah yang sama dengan Myungsoo, akhirnya appa Sungyeol pun menyetujuinya.

Sungeol sedang menutup gerbang rumahnya, diwaktu yang bersamaan Myungsoo juga keluar dari rumahnya. Myungsoo memandang Sungyeol sekilas, lalu ia berjalan tanpa menghiraukan Sungyeol sedikitpun. Sungyeol segera bergegas dan ia sedikit berlali kecil untuk menyusul Myungsoo. Ia menyamakan langkahnya dengan Myungsoo. Hening.. Itulah yang terjadi. Tidak ada diantara mereka yang memulai pembicaraan. Sampai akhirnya Sungyeol memutuskan untuk membuka mulutnya.

“Maaf soal kemarin. Aku sangat menyesal.” Sungyeol menundukkan kepalanya, dan mulai bermain-main dengan jarinya. Lama… Tak terdengar jawaban dari Myungsoo. Sampai akhirnya terdengar suara orang yang sedang terkekeh geli. Sungyeol sedikit memincingkan matanya untuk melihat orang yang ada di sampingnya itu.

“Sudahlah. Bukankah kita memang selalu bertengkar tiap kali kita bertemu? Ternyata walaupun kita sudah tumbuh dewasa, kita masih sama saja ya? Kau tau Yeol? Wajahmu itu lucu sekali. Kau membuat perutku sakit karena menahan tawa. Hahaha” Myungsoo tidak dapat lagi menyembunyikan tawanya.

“Yaak… Kau ini…Menyebalkan sekali.” Sungyeol mendengus kesal.

“Kau benar. Sejak kecil kita memang selalu bertengkar. Masalah-masalah kecilpun selalu kita ributkan. Hahaha. Lucu sekali.” Lanjut Sungyeol Setidaknya Sungyeol sudah bisa bernafas lega sekarang karena Myungsoo tidak marah lagi sekarang. Sungyeol tersenyum tipis, namun senyumnya itu tetap manis tentunya.

“Ngomong-ngomong kenapa kau memakai seragam sekolah yang sama denganku?” Tanya Myungsoo memandang Sungyeol dari atas sampai bawah.

“Iiish dasar bodoh. Tentu saja karena aku juga bersekolah di sekolah yang sama denganmu. Hal seperti itu saja masih kau tanyakan padaku.. Kau benar-benar tidak berubah kim Myungsoo.”

“Yaak kenapa kau jadi marah-marah seperti itu? Kau ini galak sekali nona Lee.”

“Sudahlah lupakan. Ayo berangkat. Kita sudah terlambat.” Sungyeol lalu berjalan mendahului Myungsoo.

“Yaa Lee Sungyeol. Kenapa kau bertambah cantik saat kau marah.” Myungsoo berjalan di belakang Sungyeol, berusaha untuk menyamakan langkahnya dengan Sungyeol.

“Jangan menggodaku Kim Babo. Aku tidak akan termakan rayuanmu.” Sungyeol lalu berbalik, menatap Myungsoo dan memberikan death glarenya. Membuat Myungsoo sedikit terkekeh melihat tingkah sahabatnya itu.

Saat Sungyeol dan Myungsoo sampai di gerbang sekolah mereka, tiba-tiba Myungsoo menghentikan langkahnya. Membuat Sungyeol yang berjalan di belakanganya sedikit menubruk tubuh Myungsoo.

“Yaak kenapa berhenti tiba-tiba?” Sungyeol bertanya sembari membenahi pakainnya. Sampai ia menyadari bahwa sikap Myungsoo berubah. Myungsoo hanya diam. Pandangan matanya tertuju pada satu titik yang membuat Myungsoo tidak bisa mengalihkan pandangannya dari objek itu. Penasaran, Sungyeol pun mengikuti kemana arah pandangan mata Myungsoo tertuju. Matanya menangkap sesosok objek ciptaan Tuhan yang menurutnya hampir sempurna. Seorang gadis yang sedang membaca buku di sebuah bangku yang ada di bawah sebuah pohon besar yang rindang. Gadis yang cantik, bahkan sangat cantik menurutnya. Rambutnya panjang dan sedikit bergelombang. Ia cukup tinggi dan tubuhnya ramping. Kulitnya juga putih dan terlihat sangat terawat. Benar-benar sempurna batin Sungyeol. Sampai akhirnya Sungyeol menyadari sesuatu.

Lee Sungjong….” batin Sungyeol.

Melihat Myungsoo yang sedari tadi tidak bisa melepaskan tatapannya dari Lee Sungjong, membuat hati Sungyeol terasa sakit dan dadanya terasa sesak, membuatnya sulit untuk bernafas. Sampai akhirnya Sungyeol memilih untuk meninggalkan tempat itu, meninggalkan Myungsoo yang masih saja terpaku. Entah Myungsoo sadar atau tidak bahwa Sungyeol sudah pergi meninggalkannya atau tidak. Myungsoo terlalu sibuk untuk menatap malaikatnya.

Sungyeol berlari ke sejauh mungkin. Ia tidak tau kemana arah ia berlari. Butiran kristal bening di pelupuk mata Sungyeol menganggu pandangan mata Sungyeol. Sampai akhirnya Sungyeol menemulan sebuah bangku panjang, dan ia memutuskan untuk duduk di bangku itu. Sungyeol menangis sekerasnya sembari memegangi dadanya yang terasa sesak.

“Gadis cantik sepertimu tidak pantas untuk menangis.” Entah sejak kapan ada sesosok laki-laki berdiri di depan Sungyeol. Sungyeol lantas mengangkat kepalanya untuk melihat sosok itu. Laki-laki itu tersenyum, dan ia menyodorkan sapu tangan pada Sungyeol. Sungyeol menerima sapu tangan itu. Laki-laki itu lalu mendudukkan dirinya di samping Sungyeol.

“Kau masih sama seperti 7tahun yang lalu. Lee Sungyeol yang cengeng. Lee Sungyeol yang menangis untuk satu alasan yang sama. Menangis karena Kim Myungsoo.” Sosok itu menatap Sungyeol lalu tersenyum tipis. Pernyataan laki-laki itu jelas saja membuat Sungyeol kaget dan membelalakan matanya. “Bagaimana ia bisa mengetahuinya?” tanya Sungyeol dalam hati.

“Dan dari dulu sampai sekarang kau masih saja tidak bisa melihat bahkan mengenaliku. Apa kau tidak bisa mengingatnya? Aku.. Nam Woohyun..”

TBC

Eotthae? Lanjut gak ni FF? RCLnya ya^^